topologi jaringan – adalah skema geometris yang menggambarkan hubungan unsur-unsur pembentuk suatu jaringan yang terdiri dari node, link dan station yang kesemuanya ini membentuk suatu fungsi yang sama. secara sederhana topologi jaringan adalah pola penyusunan hubungan antar perangkat jaringan, baik itu secara fisik ataupun secara logik.

topologi jaringan

topologi jaringan secara fisik memiliki pengertian bagaimana pola peletakan komponen-komponen penyusun sebuah jaringan secara fisik/nyata. bagimana perangkat-perangkat tersebut disusun dan dihubungkan. ya termasuk pola lokasi perangkat dan instalasi kabel.

Baca Juga : Pengertian Komputer Menurut Para Ahli

sedangkan topologi jaringan secara logik maksudnya adalah bagaimana mengatur pola aliran data dalam jaringan berdasarkan susunan jaringan secara fisik.

jenis-jenis topologi jaringan

dalam ilmu topologi jaringan, ada 8 macam tipe topologi jaringan yang dikenal hingga saat ini

topologi point to point

ini adalah jenis toplogi yang paling sederhana dan tradisional, hanya terdiri dari 2 titik yang terhubung melalui link permanen. kelebihan dari jenis topologi ini adalah keleluasaan dalam komunikasi antara 2 titik. contoh penerapan sederhana dari topologi point to point adalah mainan telepon kaleng yang pernah anda mainkan sewaktu kecil, komunikasi terjadi antara 2 arah oleh 2 titik.

topologi jaringan point to point

topologi jaringan BUS

BUS adalah jenis topologi jaringan dimana clients terhubung kepada satu jalur komunikasi yang berupa kabel. jalur komunikasi ini disebut dengan BUS. implementasi nyata dari topologi jenis ini adalah motherboard pada komputer anda.

topologi jaringan bus

jenis topologi jaringan BUS adalah cara yang paling mudah untuk menghubungkan beberapa client (setidaknya lebih dari 2 titik). topologi BUS menyediakan satu saluran komunikasi untuk semua client yang terhubung namun hal inilah yang menjadi kelemahan dari topologi ini, BUS tidak bisa melayani transmisi data dari 2 client atau lebih secara bersamaan. jadi jika terdapat 2 client (katakanlah client A dan client B) yang ingin melakukan transmisi data secara bersamaan maka salah satu dari merekalah yang didahulukan sedangkan yang lainnya harus ngantri dulu.

Baca Juga : Sejarah internet dan perkembangan internet hingga saat ini.

untuk itulah topologi jaringan tipe BUS ini sangat bergantung pada jumlah client yang terdapat pada sebuah jaringan. semakin banyak jumlah client yang terhubung dalam sebuah BUS maka akan semakin lambat lah kinerja jaringan yang bersangkutan. ya karena semakin banyaknya antrian.

dalam sebuah jaringan lokal yang menggunakan topologi bus ini. setiap client/node terhubung oleh kabel tunggal. setiap komputer atau server terhubung oleh kabel BUS. dari segi biaya, topologi BUS memiliki biaya pemasangan yang lebih murah dibanding jenis topologi yang lainnya karena hanya membutuhkan kabel tunggal untuk transmisi data. tapi topologi BUS memiliki biaya perawatan dan manajemen yang tinggi.

Baca Juga : Cara Membuat Wifi Hotspot Pribadi

sinyal-sinyal yang dikirim oleh komputer yang terhubung dalam jaringan BUS ini akan terus dialirkan dari satu ujung keujung lainnya. dan akan berbalik arah jika telah sampai di ujung kabel BUS. sinyal ini terus mengalir sehingga akan mengganggu komputer lain untuk mengirimkan data. untuk menanggulangi masalah ini maka dibutuhkan terminator untuk memutus sinyal balik dan sinyal bebas yang akan menghalangi transmisi data oleh komputer lainnya.

kekurangan lain dari topologi BUS ini adalah karena bergantung banget dengan satu kabel komunikasi maka ketika kabel tersebut putus maka seluruh jaringan akan down.

keuntungan topologi jaringan BUS :

- instalasi mudah

kekurangan topologi BUS

- rekonfigurasi, isolasi kesalahan, dan instalasi perangkat baru sangat sulit untuk dilakukan karena  topologi BUS di rancang untuk efektifitas perangkat yang sudah ada sejak awal.

-  semakin panjang kabel BUS maka kekuatan sinyal yang di transmisi akan semakin berkurang.

-  kesalahan pada kabel komunikasi BUS akan berakibat semua jaringan akan down

Topologi Star (bintang)

dalam sebuah jaringan lokal yang menggunakan topologi star semua titik/node (baik itu berupa komputer atau perangkat jaringan yang lainnya) dalam jaringan terhubung kedalam satu titik sentral menggunakan koneksi point to point . nah titik sentral inilah yang kita kenal dengan sebutan hub atau switch.

topologi jaringan star

hub atau switch ini berfungsi sebagai server sedangkan semua komputer (atau perangkat jaringan lainnya) yang terkoneksi dengannya bertindak sebagai client. dalam membuat tipe topologi ini anda tidak harus menyusun perangkat benar-benar membentuk pola bintang, yang penting semua node harus terhubung ke hub atau swtich.

Baca Juga : Apa itu Homegroups, Work, Home dan Public Network ?

semua sinyal dalam jaringan akan melewati hub/switch, dan hub akan bertindak sebagai repeater yang akan meneruskan sinyal ke komputer yang dituju.

topologi jenis ini adalah topologi yang mudah untuk di desain dan diimplementasikan, anda juga dapat dengan mudah menambahkan node kedalam jaringan yang sudah ada.

bergantungnya jaringan kepada hub/switch menjadi kelemahan dari topologi jenis ini, karena apabila terdapat kesalahan/failure pada hub anda maka downlah seluruh jaringan yang ada. namun dewasa ini kelemahan ini diantisipasi oleh penggunaan hub dengan arsitektur multiprocessor

secara ringkas berikut keuntungan dan kekurangan dari topologi jenis ini :

kelebihan topologi star

- memiliki performa yang lebih baik

- mudah melacak adanya kesalahan pada perangkat. jika terdapat kesalahan pada salah satu perangkat maka kesalahan tersebut dapat diisolasi tanpa menggangu keseluruhan jaringan.

- mudah untuk instalasi perangkat baru.

-  mudah untuk menganalisa trafik dan perilaku yang mencurigakan dalam jaringan

- instalasi dan konfigurasi sangat mudah

kekurangan topologi star

- sangat bergantung pada hub/switch. kesalahan pada hub akan berakibat pada matinya seluruh jaringan.

Topologi Ring (lingkaran)

topologi RING menghubungkan antar node dalam jaringan kedalam bentuk lingkaran (ring), masing-masing node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya. dalam topologi ring masing-masing device saling bekerja sama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya ke perangkat sesudahnya. dengan cara kerja seperti ini kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga.

topologi jaringan ring

jaringan yang menggunakan topologi ring sangat bergantung pada kemampuan sinyal untuk melakukan perjalanan disepanjang lingkaran.

Keuntungan topologi jaringan tipe ring :

- mudah dibuat dan rapi

- performa lebih baik ketimbang bus bahkan pada transfer data yang berat sekalipun.

-  tidak membutuhkan central node untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer yang lainnya

- mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru

- mudah melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan

kekurangan topologi jaringan tipe ring

- kesalahan pada satu perangkat akan mengganggu kinerja keseluruhan jaringan.

- memindahkan, mengubah atau mengganti salah satu perangkat akan berpengaruh terhadap seluruh jaringan

-  lebih sulit untuk melakukan konfigurasi ketimbang tipe star.

- kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah node/perangkat yang terinstall pada jaringan.

Topologi Mesh (jala)

topologi mesh adalah topologi jaringan dimana semua perangkatnya terhubung satu sama lain, ada 2 tipe yang dikenal dalam topologi jenis ini yaitu full connected dan partial connected. pada tipe full connected semua perangkat/node dalam sebuah jaringan saling terhubung satu sama lain. sedangkan pada partial connected hanya beberapa berangkat saja yang saling berhubungan. untuk lebih jelasnya lihat skema dibawah ini:

topologi jaringan mesh

dalam topologi jenis ini masing-masing node tidak hanya berfungsi sebagai penerima data bagi dirinya sendiri tapi juga sebagai penyedia data bagi perangkat/node yang lain.

topologi jaringan jenis ini dapat di rancang menggunakan teknik flooding atau bisa juga dengan teknik routing. ketika menggunakan teknik routing sinyal data menyebar diseluruh jalur jaringan, “melompat” dari satu node ke node yang lain hingga menemukan perangkat yang dituju. untuk memastikan seluruh jalur jaringan bisa diakses.

kelebihan topologi mesh

- konfigurasi jaringan menggunakan sistem point to point sehingga proses pendeteksian dan pengisolasian kesalahan pada jaringan dapat dilakukan dengan mudah.

-  privasi dan kemanan sangat terjaga karena data di hantarkan melalui jalur dedicated.

- jika terdapat ganguan diantara 2 jalur maka hanya jalur yang bersangkutan yang akan terkena imbasnya. sedangkan jaringan secara keseluruhan tidak terpengaruh.

Kekurangan topologi mesh

- biaya mahal karena banyak kabel yang dibutuhkan

- instalasi lebih rumit dan ruang yang dibutuhkan lebih besar

Topologi Tree (Pohon)

topologi tree adalah gabungan dari topologi BUS dengan topologi Star. node-node yang berada pada jaringan tidak berada dalam satu level melainkan bertingkat (hierarki) maka dari itu jenis topologi ini dikenal juga dengan sebutan hierarchical topology.

topologi jaringan tree

node atau perangkat yang berada dalam level utama (hierarki utama) terhubung secara point to point dengan node atau perangkat yang berada dalam level sekunder (level dibawahnya). node sekunder, selain terhubung dengan node utama juga terhubung dengan node dengan level yang dibawahnya (menggunakan koneksi point to point).

dalam topologi tree , node atau perangkat utama yang berada pada level paling atas hanyalah satu-satunya level dimana tidak ada level lagi diatasnya. untuk itulah makanya level ini disebut juga dengan level root central

Kelebihan :

- scalable , level-level dibawah level utama dapat menambahkan node baru dengan mudah

- koneksi terjadi secara point to point

- manajemen mudah karena mudah melakukan identifikasi dan isolasi kesalahan dalam jaringan.

kekurangan :

- pada area yang luas sulit untuk melakukan perawatan jaringan.

- karena topologi ini adalah varian dari topologi BUS maka jika kabel backbone (kabel utama penyedia arus data) rusak maka seluruh jaringan akan down)

Topologi Hybrid

dari namanya saja kita bisa menebak jenis topologi apakah ini..? topologi hybrid adalah sebutan untuk topologi yang menggunakan kombinasi dari jenis-jenis topologi yang ada sehingga bentuknya sudah tidak bisa didefinisikan lagi kedalam tipe topologi standar. sebagai contoh : topologi tree (pohon) jika di kombinasikan dengan topologi tree juga maka hasil kombinasi tersebut masih bisa disebut sebagai topologi tree. sebuah topologi jaringan bisa disebut sebagai topology hybrid jika mengkombinasikan 2 atau lebih tipe topologi standar yang berbeda seperti menggabungkan antara topologi star dan BUS.

topologi jaringan hybrid

Daisy Chain

selain menggunakan topologi star cara lain untuk menambah komputer pada sebuah jaringan yang sudah ada adalah menggunakan daisy chain atau menghubungkan komputer secara seri.

ada 2 form dasar dari topologi dasiy chian ini yaitu : liner dan ring

form linear menempatkan hubungan 2 arah antara satu komputer dengan yang lainnya secara seri. cara ini cukup mahal karena masing-masing komputer (kecuali yang terletak diujung) harus terdapat 2 receiver dan 2 transmitter

dengan menghubungkan ujung-ujung form linear maka terciptalah form ring. keuntungannya adalah jumlah transmitter dan receiver yang dibutuhkan hanya setengahnya sehingga sangat menghemat biaya. karena arus data akan berputar melalui lingkaran tiada henti. hal ini berbeda dengan form liner yang ketika arus data sampai di ujung maka akan berbalik arah dan kembali ke ujung yang satunya untuk itulah mengapa dibutuhkan 2 receiver dan 2 transmitter pada masing-masing komputer.

topologi jaringan daisy chain